Pakej Umrah & Haji Swasta, Upah Haji dan Upah Umrah 2014/2015


Mana-mana waris yang berhajat untuk melaksanakan UPAH HAJI & UMRAH bagi arwah keluarga mereka. Sila layari http://www.raudhah2u.my/ dan http://www.badalhaji1.blogspot.com/


Badal/Upah Haji dan Umrah 2014/2015

Followers

Catatan Popular

Memaparkan catatan dengan label Puisi. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Puisi. Papar semua catatan

Isnin, 24 Disember 2012

Puisi : Ada apa dengan diriku

Ada apa dengan diriku 
Yang memujamu tiada henti 
Ada apa dengan diriku 
Yang melihatmu tak seperti dulu lagi 
Ada apa dengan diriku 
Yang memikirkanmu hingga sampai dalam mimpi
 
Mencintai 
Walau terlihat acuh hati  
Mengagumi 
Walau terucap dalam hati  
Menaruh rasa 
Walau tak tahu apa yang akan kudapati 
Aku hanya berharap 
Dan semoga menjadi pemenang dalam hatiku sendiri
read more...

Puisi : Pemilik Cinta

Demi Allah sang pemilik cinta 
Kuasanya menitah
Hamba untuk mencinta 
Bersayup-sayuplah kembang di hati 
Bak kembang yang merekah di waktunya
 
Kepada siapa aku merasa? 
Tentunya… 
Renjana hati takkan keliru
 
Demi Allah sang pemilik cinta Indah, berbalut kesucian 
Begitulah rupawan hati 
Tidak ingin aku menodai
 
Akan aku adukan semua 
Dalam kepingan doa dimalam hari 
Walau dalam hati Qudusku berharap 
Bersandang selendang kesucian bersama
 
Ingin aku berteduh dalam pernikahan 
Memohon berlindung dari tanganmu 
Berharap doa dari ubun-ubun
 
Tak berkata keluh di bibir 
Biarlah hati ini sebagai tadahan rindu 
Walau ku tak tahu bila kan bersua
 
Ingin rasa aku berharap bersama 
Jika tidak… 
Aku berharap pertemuan kami di Jannah Allah
read more...

Isnin, 5 November 2012

Puisi : Cintaku padamu

 
 
Mengapa engkau ku kenal
Dan mengapa pula aku ini mencintai mu
Seakan aku tak bisa hidup tanpa mu  
Kerna cuma kamu lah yang ada dalam hati ku

Tapi
Semua sia-sia yang telah aku lakukan
Pada mu kasih
Tak terbayang kan oleh ku

Kau telah pergi
Dimana kah perasaan mu
Kepada ku kasih

Kini cinta ku
Tak terbalaskan oleh mu 
Kerna kau tak mengerti
Bagaimana perasaan ku pada mu

Dan semua akan ku simpan
Di dalam hati ku  
Meski kau tak pantas 
Untuk aku cintai
read more...

Puisi : Patah Hati

 
 
 
Mungkin aku bukan orang yang kau pilih
Mungkin cintamu bukan untukku
Namun aku cuba
Untuk menerima sakit hati yang kau
tinggalkan
Semua telah aku berikan hanya untukmu
 
Semua yang kau inginkan dariku
Semua telah aku lakukan hanya untukmu
Semua yang kau mau dariku
Aku tak boleh hidup tanpa dirimu
 
Aku tak pernah lupakanmu
Aku tak boleh
melihat dirimu bersama dirinya
Aku tak pernah menghilangkanmu  
Dari fikiranku
read more...

Puisi : Mengapa aku harus kehilangannya





Mengapa aku harus kehilangannya
Kini aku tak mengerti
Hatiku kini retak,remuk dan hancur
Dulu hatiku yang selalu senang saat bersamanya
Kini hilang harapan itu
Dia pergi
Pergi jauh dari hidupku

Seharusnya aku harus ikhlaskannya
Tapi tak boleh

Air mataku terus mengalir dan membasahi pipiku
Sekarang fikiranku hanya bagaimana boleh menyusulnya
Aku kehilangan jati diriku saat ini kerna dia
Aku hanya boleh menangis dan menangisinya
Menjerit dan rasa penyesalan yang dalam
Mengapa ku tak nyatakan rasaku padanya

Dia pergi, Dia pergi, tinggalkanku, hanya itu ucapku
Dulu waktu aku ingin ungkapkan rasaku padanya
Ternyata Dia sudah membenci dan memarahiku
Kini dia milik orang yang mencintainya
Haruskah ku rosakkannya
Tak mungkin, kini dia bahagia dengan pilihan keluarganya
Dan hari ini, saatku berencana ingin ucapkan rasaku
Tiba-tiba aku dengar dia telah diijabkabulkan
Tak terlintas difikiranku, bahawa hari ini akan menjadi hari kelabu bagiku
read more...

Puisi : Perbezaan ini


Merasa bersalah
Salah pengertian

Terbebani dalam hati

Salah sangka

Tak bisa mengelak

Sungguh diri ini tak sanggup menghadapi


Kau dan aku

Berbeza satu sama lain

Hatiku dan hatimu, pun beza

Sungguh perbezaan ini

Jangan kau jadikan beban diri


Terbebani, dalam diri ini menjadi – jadi

Menghujam dalam – dalam

Menusuk hingga rongga terdalam

Sungguh tekanan ini tak sanggup terkendali

Ku mohon, perbezaan ini jangan kau teruskan
read more...

Puisi : Luka di hati

http://ummuayman.files.wordpress.com/2010/05/hati-luka.jpg 
impian 
Aku sedih dengan ukiran yang indah memuja akan dunia
Luka yang memahat
Luka yang begitu menusuk

Luka yang yang menghujam jantungku

Tapi tidak ada yang tahu bahawa aku kecewa dalam cerita

Sampai untuk berfikir tentang cinta

Dengan hati bukan mata rasakan cinta
Untuk kehilangan akal sihat
Dan untuk membuat aku tenggelam


Tenggelam dalam kesedihan

Tenggelam dalam kepedihan dan kehancuran
Dengan semua Janji-janji palsu mu
Membuat sayap ini patah dan mati

Aku menangis meratapi takdir
Merasa seakan dunia ini tak bererti lagi
Dan kini hanya kesedihan, kekecewaan yang menemaniku
Cinta ini sungguh aku tidak mengerti

read more...

Khamis, 1 November 2012

Puisi : Saat Itu


Biar dia tersenyum
Saat guruh masih berdentum

Biar dia gembira

Saat bulan masih berbicara
Biar dia tertawa
Saat ombak masih berkelana


Kerna satu saat nanti dia pasti akan menyedari
 
Bulan yang ditunggu itu tak jatuh ke bumi
Hingga bintang

Terus lari membawa sinar nya yang hilang

Saat itu apa dia masih mampu tersenyum

Apa dia masih mampu gembira
 
Apa dia masih mampu tertawa
Saat bintang itu hilang buat selamanya
read more...

Puisi : Berteman sepi

Menyusuri lautan tak bertepi
Merajut butiran angan menjadi mimpi

Bersamamu adalah hal yang pernah ku alami

Tapi memilikimu adalah hal yang tak pasti


Saat ku cuba menepi

Melewati ribuan sedih yang pulang pergi

Ketika sapa menggema lagi

Mungkin itu keinginan hati


Tapi saat mencuba pergi

Aku tertahan dalam seberkas mimpi ini lagi

Rasa ini tak bisa aku dustai

Cinta ini tak bisa bersembunyi


Aku masih terjebak disini

Di dalam cinta yang tak ingin ku kotori

Bila rasa ini tak jua menepi

Biarlah ku sendiri berteman sepi

Biarlah rasa ini hanya sebatas mimpi

Mimpi, mimpi dan mimpi
read more...

Puisi : Penantian


Hanya titisan air mata
Yang mengalir dalam setiap langkah
 
Kesendirian kini menyelimuti hari-hariku  
Dalam suka maupun duka.

Tak tau harus bagai mana

Tak tau harus berbuat apa
 
Orang yang aku sayang
Kini pergi meninggalkan ku


Dulu ukiran cinta yang kita buat

Ucapan manis yang kita kecap

Dan janji yang kita ucap
 
Hanya menjadi hiasan belaka

Kini, hanya ada pengharapan
 
Hanya ada penantian
Dan hanya ada doa
 
Untuk menghibur hati yang terluka
read more...

Puisi : Mungkinkah cintaku



Hari ini, ku tatap langit namun tak seindah dulunya
Ku lihat bintang tapi tak sesinar biasa nya

Aku bertanya kepada angin, mungkinkah cinta ku bertahan

Ia menjawab semua telah berakhir


Ku tanya lagi pada dinding tua yang ku sandar

Kerna aku tak percaya dan ia hanya tersenyum

Mungkin kah cinta ku berakhir, sanggupkah ku kehilangannya

Ku cuba melupakan mu, tapi aku yakin berlari dalam bayang mu pun aku tak mampu

Tuhan jangan biarkan cinta ku berakhir di sini
read more...

Puisi : Lihat luka ini

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYjF4yy6Dxh6Qud7zVjEWGYCHe7pdS9xqbZHC-iE5aH70Q_70-oi9T356_hJgWiAkoEKfehDUoXWSnaZMEGu7KIqyUKLGxToIu3kqLF029qBxQHOk8q0duHvhoOVMrS_9VZfUZyY8mkcg/s1600/hati+terluka.jpeg

Lihat luka ini
Terasa perih menggores kalbu

Tak percaya kau lakukan ini

Tinggalkan aku demi dia yang baru


Disaat ku mulai mengenang luka yang kau beri

Kau datang kembali, inginkan kembali merujuk cinta yang dulu

Dia yang dulu selalu kau sanjung telah berkhianat


Namun maaf kan aku kasih

Luka ini telah memupuskan cintaku padamu


Terlalu lama kau pergi dariku

Menguburku hidup-hidup dalam lembah cinta berdasarkan luka


Dan kini kau kembali

Meminta hatiku lagi


Tapi maaf kasih

Aku tak boleh bersamamu lagi


Kerna hati ini telah dimiliki seseorang
Hati ini menyintai seseorang
Seseorang yang hadir dalam hidupku
Disaat aku kecewa 
Kerna cinta tidak kesampaian

Walaupun kini
Kami tidak berhubung lagi
Kerna cinta terhalang dek keadaan
Aku tahu aku tidak mampu
Impikan istana yang bahagia


Hati ini masih menyintainya 

P/S : Ya Allah tenangkanlah hatiku, andai benar Si Dia jodohku, tulang rusuk kiriku yang hilang, Kau satukanlah kami, permudahkan segalanya untuk kami bina mahligai bahagia bersama. 

Apakan dayaku Ya Tuhan
Setiap hari ku memohon
Derita ku ini tidak tertahan

Doaku pinta jari tersusun
Cinta ini penuh halangan
Lukanya pedih bukan kepalang
Bagaikan tiada harapan muncul menjelang

Tiada pinta jadi begini
Mencintaimu sepenuh hatiku
Niat ikhlasku tidak diizin 
read more...

Puisi : Tentang Hati Yang Lara

Puisi Patah Hati


Aku ... Adalah
Sajak sajak Rindu yang terpendam
Yang tersimpan dalam Jejak Jejak Sunyi
Dan jiwaku ... Rapuh
 
Aku ... Adalah
Nada Nada Rindu yang tertinggal
Yang Kau titipkan bersama Desah angin malam
Dan jiwaku ... Rindu

Aku ... Adalah
Airmata yang mengalir terbuang
Yang menitis di setiap luka yang kau beri
Dan jiwaku ... Terluka

Namun ...
Ku cuba Selami
Ku cuba Fahami
Sebab masih ada makna yang belum terungkap
Tentang Hati Yang Lara
read more...

Khamis, 10 Mei 2012

Khas buat Kakakku telantar sakit di hospital




Puisi 1 : Dirimu Umpama Bidadari Kayangan

Air mata
Teman sejatiku
Sejak kecil
Tika manusia meminggirkan
Tika manusia menghina
Tika manusia mencaci maki
Hanya air mata
Penawar mujarab hati

Di kala hatiku penuh amarah
Ia jadi tak keruan
Tiada mampu kutahan sendirian
Saat itulah
Kau hadir membawa ketenangan

Kau mendengar setiap luahan
Penuh kesabaran
Kau menyapu setiap titisan
Penuh kelembutan
Kau memegang erat tanganku
Penuh keyakinan
Kau mendakap tubuh longlaiku
Penuh kecintaan

Saat itu
Kurasakan dirimu umpama bidadari
Yang turun dari kayangan
Diutus Tuhan
Membawa pergi semua kedukaan
Yang menghimpit hati
Dalam dakapanmu
Kurasakan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya
Dalam dakapanmu
Kurasakan cas-cas ketenangan
Dialirkan dari tubuhmu ke tubuhku

Kakakku
Kau anugerah Tuhan buat diriku
Walau Tuhan mengujimu
Dengan ujian-ujian
Yang lebih hebat berbanding aku
Namun
Kau bisa melupakannya sebentar
Dan mengalihkan perhatianmu kepadaku
Sungguh kuterharu
Kerana saat ini
Kaulah yang pertama melakukan itu
Bersaksikan penduduk langit dan bumi
Aku amat mencintaimu
Kerana Tuhan amanahkan
Agar aku mencintai mereka
Yang tulus mencintai diriku

Puisi ini ku nukilankan khas untuk kakak-kakakku terutama Kak Lah (Along) merupakan orang paling aku sayangi, kasihi dan sangat rapat denganku sejak dariku lahir hingga sekarang. Sejak kematian arwah ibu, beliaulah yang menjaga, menasihati kami adik beradik semua.

Pada pagi khamis 10hb Mei, Kak Lah telah dikejarkan ke Hospital Sultanah Nur Zaharah Kuala Terengganu kerana penyakit misteri belum dikenalpasti lagi.

Selama hidupku, beliaulah tempat aku mengadu masalah, minta pendapat dan nasihat. Tempat aku bermanja, menangis kenangkan nasib hidup kami sekeluarga. Dua minggu lepas kami berbual dalam telefon sambil menangis kenangkan apa berlaku dalam keluarga kami. Kenangkan juga nasib anak beliau yang sakit. Anaknya yang sakit berkata " Ma, aizi dah nak mati ma, aizi dah tak lama lagi hidup, aizi sakit ma, lepas ni dah tak jupa lagi, kesian ma abah sedih dansusah kerana aizi". Dari adik beradik, ibubapa dan termasuk anak Kak Lah pun ada penyakit. Masalah macam-macam. Arwah ibu meninggalkan kerana sakit. Sekarang ayah pun sakit, kerap sangat sakit termasuk diriku sampai sekarang. Kak Lah, Kak Ngah, Kak Teh, Kak Dek, Kak Ma ada masalah dan penyakit mereka sendiri.

Tempoh hari semasa aku berada di kampung aku dengar ayahku berkata "Ya Allah, apa yang terjadi pada anak-anakku ya Allah, pastu satu-satu masalah melanda"... ayahku berkata begitu disaat beliau tengah sakit, airmata ini mengalir. Disaat aku karang luahan hati ini, airmata ini tak berhenti tumpah sejak dengar berita kakakku masuk hospital, masa anak buahku telefon. Aku dengar anak buahku menangis. Dah la sekarang ni anak Kak Lah sakit telantar dirumah. Sakit sejak lahir lagi setiap bulan berulang alik ke hospital, kadang kala setiap minggu.

Ya Allah nasib malang apa yang menimpa keluarga kami dari dulu sampai sekarang, hidup kami miskin Ya Allah. merempat di tanah orang. Sejak dulu hidup kami cukup-cukup makan, semua kakak-kakakku pelajaran sekolah rendah saja. Tidak macam nasib adik-beradik ayahku, hidup senang, anak-anak mereka berpelajaran tinggi. Aku sendiri segan dan malu dengan sepupu-sepupuku Ya Allah. Selama ini susah senang kami sendiri.

Dua hari lepas baru selepas aku bercakap dengan Kak Lah dalam telefon pasal wasiat telah aku buat atas nama beliau. Beliau nak aku cerita tentang sakitku pada ayah. Aku tak nak susahkan ayahku yang dah susah. Biar susah senang aku sendiri. Akak kata " mana tau kak lah dulu mati dari koie, perancang Allah siapa tahu, tak usah bersedih dik, dah ini nasib keluarga kita" aku tak mampu mengawal airmataku.

Ya Allah, andai Kau selamatkanlah kakakku, beliau ada keluarga dan anak-anak masih kecil perlukan kasih sayang dan perjagaan dari beliau, jangan Kau ambil nyawanya, panjangkanlah usianya. Biarlah aku jadi penggantinya. Aku tiada apa-apa, aku tiada keluarga sendiri (isteri dan anak-anak). Aku kasihkan kakak. Jika hidup pun tiada erti apa-apa untuk aku jika kakakku pergi dulu dari. Tiada tempat aku nak menumpang kasih, bermanja.

Ya Allah, aku bersyukur padaMu. Dalam ada insan bernama manusia pernah hina, keji dan perli aku. Masih ada insan yang sudi menerima dan kasihkanku. Ya Allah, bukanku tidak hargai mereka semua tapi aku tidak mahu susahkan sesiapapun untuk hidup bersama aku, aku tau ada yang bersedih dan menangis. Sebaliknya aku satukan mereka dengan teman-teman baikku. Kejam sangat ke aku Ya Allah. Aku tahu aku tak mampu dan tidak layak untuk mereka semua. Niatku baik Ya Allah, biarlah mereka membenci aku, apakan mereka bahagia dan hidup sempuna. Memang betul jangkaanku mereka bahagia dan hidup senang. Ya Allah, pada Kak Lah dan Ayah lah tempatku mengadu, memang adik-beradikku marah dengan tindakkanku, marah kerana mereka kesiankan orang yang sayangkanku hubungi mereka bagitau apa telah ku lakukan.

Ya Allah, lapangkan dada dan hati kami, luahkanlah rezeki kami yang Kau jangka, tidak kami jangka halal lagi berkat. Berikanlah kami sekeluarga kesihatan yang baik. Tabahkan hati kami sekeluarga untuk menerima ujian dan dugaanMu Ya Allah. Rahmati, berkati dan sejahterakan kami sekeluarga. Ya Allah, sempena malam jumaat ini. Ku mohon, Kau ampunkanlah dosa arwah ibuku, Kau cucurilah rahmat ke atas rohnya, tempatkanlah ibuku dikalangan orang beriman dan beramal soleh. Amin ya rabbal alamin.


Ibu.... telah 3 tahun ibu meninggalkan kami semua. Kami merinduimu ibu... Ibu... anakmu ini merindui belaian kasih sayangmu. Masakkanmu ibu.... Anakmu sedih dan kecewa sangat bu... Ibuuuuuuuuuuuuuuuuuuu.... kenapa nasib kita macam ni bu... Jahat sangat ke anakmu ni ibu.... Niat baik anakmu disalahertikan, dipandang serong tanpa usul periksa. Biarlah semua tu bu.. Allah maha mengetahui apa yang benar dan betul. Biar Allah hitungkannya suatu hari nanti kerana Dia Maha Mengetahui. Ibu anakmu teringat firman Allah yang ayah bacakan..

Ibu... selamat hari ibu yang ke 66 tahun... Ibu... telah 3 tahun kau berada di sisi penciptamu..

Allah swt berfirman : “Wahai orang2 yang beriman! Jauhilah kebanyakkan daripada sangkaan (supaya kamu tidak menyangka sangkaan yang dilarang) kerana sesungguhnya sebahagian daripada sangkaan itu adalah dosa!”. Surah Al-Hijarat : Ayat 12, “Dan sesungguhnya Aku yang amat memberi ampun kepada orang2 yang bertaubat serta beriman dan beramal soleh, kemudian dia tetap teguh menurut petunjuk yang diberikan kepadanya!” Surah Thaha : Ayat 82

Puisi 2 : Buatmu Ibu

Ibu? bergenang airmataku
Terbayang wajahmu yang redup sayu
Kudusnya kasih yang engkau hamparkan
Bagaikan laut yang tak bertepian

Biarpun kepahitan telah engkau rasakan
Tidak pun kau merasa jemu
Mengasuh dan mendidik kami semua anakmu
Dari kecil hingga dewasa

Hidupmu kau korbankan
Biarpun dirimu telah terkorban
Tak dapat ku balasi
Akan semua ini
Semoga Tuhan membekati kehidupanmu ibu?

Ibu? kau ampunilah dosaku
Andainya pernah menghiris hatimu
Restumu yang amat aku harapkan
Kerana di situ letak syurgaku

Tabahnya melayani kenakalan anakmu
Mengajarku erti kesabaran
Kau bagai pelita di kala aku kegelapan
Menyuluh jalan kehidupan

Kasih sayangmu sungguh bernilai
Itulah harta yang kau berikan

Ibu? kau ampunilah dosaku
Andainya pernah menghiris hatimu
Restumu yang amat aku harapkan
Kerana di situ letaknya syurgaku

Tabahnya melayani kenakalan anakmu
Mengajarku erti kesabaran
Kau bagai pelita di kala aku kegelapan
Menyuluh jalan kehidupan

Kasihanilah, Tuhan?
Ibu yang telah melahirkan diriku
Bagaikan kasih ibu sewaktu kecilku
Moga bahagia ibu di dunia dan di akhirat sana
Moga bahagia ibu di dunia dan di akhirat sana

Puisi 3 : Jasa bonda

Di saat kau lena dia berjaga
Kau bersenang dia bekerja
Untuk mu tiada terbatas
Memberi tidak minta dibalas
Ingin dibinanya untuk mu
Kehidupan yang sempurna
Punya kekuatan jiwaPunyai maruah

Leterannya dari rasa luhur
Menegur sebelum terlanjur
Itulah yang diwarisi
Pesan ibu terpahat di hati
Beringat-ingatlah berpesan pesan
Untuk kebaikan
Marah bukan kebencian
Tapi tanda sayang

Engkau semakin dewasa
Berjiwa merdeka
Sedang dia semakin tua
Membilang usia
Di saat kau berjaya
Dia tiada berdaya
Semoga kau tak lupa
Jasa bonda

Puisi 4 : Kau Kakak Terbaikku

Setiap hari yang berlalu
Kujalani tanpa henti
Adakalanya
Ku ditinggalkan sendiri
Mengharungi cabaran hidup

Ramai sahabat seumur denganku
Punya keluarga sendiri
Masing-masing melupakan diri ini
Seolah-olah tidak pernah wujud
Nama ku dalam hidup mereka

Maafkan aku Tuhan
Andai aku bersu'uszhon
Tapi ini hanyalah luahan sekeping hati
Yang sering disakiti
Oleh tingkah manusia sendiri

Ada masa aku kesepian
Menyuap nasi ke mulut pun
Kadang-kala keseorangan
Tanpa teman
Namun siapa sangka
Dalam kesepian yang menguasai diri
Ada yang hadir sudi menemani
Dia seorang kakak
Yang aku kenali

Dia kakak yang sangat baik hati
Dia kakak yang sangat lembut
Yang pernah kutemui
Kata-katanya mencairkan
Mana-mana hati yang mendengarnya
Ucapannya memujuk hati yang sedang berduka
Dia membuatku hidup dari kesepian ini
Berdamping dengannya
Membuatku bahagia
Dan lebih mengenali diri

Kakakku
Kelembutanmu membelai jiwaku
Yang sering diasak kepiluan
Kau teman yang baik
Saat diri ini memerlukan
Kau sahabat yang baik
Saat diri ini kesusahan
Tiadakan dapat membalas kebaikanmu
Selain Tuhan
Kuharap akukan terus menjadi adikmu
Hingga ke hujung nyawaku
read more...

Jumaat, 10 Februari 2012

Kalamku untuk kekasih

<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4


Wahai kekasihku

Ku tuju kalam ini untuk-MU

Agar aku boleh melepaskan rindu

Rindu yang tiada penghujungnya


Cinta dan pengabdianku

Hanya untuk-MU

Agar hatiku sentiasa dekat disisi-MU


Wahai kekasihku

Ku mohon keampunan nama-MU

Seandainya aku lupa menyebut nama-MU

Seandainya aku langgar perintah-MU

Janganlah ENGKAU biarkan aku hanyut

Hanyut bersama arus noda dan dosa

Janganlah ENGKAU tenggelamkan aku

Bersama nakhoda kemaksiatan dan kehinaan

Pimpinlah aku bersama hamba-hamba-MU yang soleh

Tunjukilah aku jalan kebenaran

Bersama taufik dan hidayah-MU

Agar aku sentiasa menjadi kekasih-MU


Wahai kekasihku

Dengan kalam ini aku mengukir kata

Agar menjadi pedoman insan sejagat

Bukan balasan dan pujian ku pinta

Hanya kerana kasihku pada-MU

Kalam ini berbicara

read more...